Research Development

Klaster  peternakan  merupakan  salah  satu  kegiatan  unggulan  di  Pusat  Penelitian Bioteknologi LIPI. Untuk penguatan klaster peternakan harus dilakukan secara bersama-sama dalam suatu konsorsium. Perkembangan ilmu terkait peternakan sangat luas sehingga diperlukan beberapa peneliti dengan berbagai bidang keilmuan untuk berkolaborasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memajukan riset dan pengembangan peternakan yang perkembangannya sangat cepat. Program unggulan riset dan permanfaatan produk riset yang terintegrasi perlu disusun dengan target pencapaian 3, 5 dan 15 tahun.

 

Penguatan  fokus  riset  bioteknologi  peternakan  akan  berupa  roadmap  yang implementatif untuk riset dan pengembangan bioteknologi peternakan skala nasional. Dalam waktu yang bersamaan mulai dirintis kerjasama internasional. Selanjutnya program riset dan pengembangan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peneliti bidang bioteknologi peternakan dari berbagai institusi baik dari dalam maupun luar negeri dapat ditargetkan untuk dilaksanan sebagai program jangka panjang

 

PUI Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah telah melakukan inisiasi untuk melakukan sinergi dengan beberapa PUI dengan bidang fokus lainnya dengan prioritas sebagai berikut:

 

  • Sinergi dengan 3 lembaga PUI yaitu PUI Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah, PUI Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan PUI Isotop dan Radiasi akan dilakukan melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit berupa serbuk pelepah kelapa sawit sebagai pakan komplit. Tujuan dari sinergi ini adalah membuat pakan komplit berbasis limbah kelapa sawit. Pakan komplit diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peternak baik skala rakyat maupun industri. Riset dan pengembangan pemanfaatan serbuk pelepah kelapa sawit akan dilakukan dengan judul ‘Pengembangan Produk Silase Berprobiotik Berbasis Serbuk Pelepah Kelapa Sawit’.

 

Teknologi isotop stabil dan radiasi dari PAIR-BATAN akan digunakan untuk konfirmasi kinerja bakteri probiotik pada silase di dalam rumen sapi. Pengembangan produk melalui pengujian kualitas silase berprobiotik sebagai pakan komplit dapat dilakukan dengan metode in vitro menggunakan fasilitas Rumen Simulation Technique(RUSITEC) yang ada di PAIR-BATAN. Sinergi riset dan pengembangan pakan komplit ini merupakan prioritas pertama yang akan diselesaikan pada tahun 2018.

 

  • Sinergi juga akan dilakukan untuk menunjang 2 kegiatan INSINAS tahun 2018 bertema pengembangan pangan fungsional, yaitu (1) Pengembangan minuman fungsional susu berkolostrum yang disuplementasi dengan nanoelmulsi kurkumin dan Pengembangan yogurt yang disuplementasi dengan bawang hitam lanang. Oleh karena itu, sinergi dengan PUI Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian, PUI PPTTG dan PUI BBIA sangat diperlukan, terutama pada penggunaan fasilitas penelitian, seperti fasilitas pembuatan nano emulsi untuk analisis nanopartikel kurkumin dan bawang hitam lanang. Sinergi yang akan dilakukan dengan BBIA berkaitan dengan pengujian produk termasuk uji masa simpan terutama melalui pendekatan organoleptik dengan panelis terlatih. Sinergi dengan PPTTG LIPI diperlukan untuk analisis fisik yaitu analisis tekstur dan warna. Sinergi riset dan pengembangan pangan fungsional berbasis susu dan produk turunannya merupakan prioritas kedua yang akan diselesaikan pada tahun 2018.

 

  • Probiotik merupakan pakan tambahan yang diperlukan dalam jumlah sedikit, tetapi dapat memberikan efek yang signifikan untuk kesehatan dan produktivitas ternak termasuk udang. Produk probiotik serbuk dari PUI Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Pedaging dengan paten terdaftar merupakan salah satu produk unggulan dimana teknologi pembuatan serbuknya dibutuhkan oleh PUI Budidaya Air Tawar untuk produk probiotik dan vaksin ikan. Untuk itu Non Disclosure Agreement sedang disiapkan. Sinergi riset dan pengembangan produk Probiotik serbuk untuk ikan akan menjadi prioritas ketiga yang akan diselesaikan pada tahun 2018.