Sourching Absortive Capacity

Penguatan Kapasitas dan Kapabilitas Lembaga

 

Sesuai  dengan  tujuan  dikembangkannya  Pusat  Unggulan  Iptek,  lembaga  harusmemenuhi berbagai kriteria yang disyaratkan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas internal lembaga harus dibuat perencanaannya dan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Perencanaan untuk  meningkatkan  penguatan manajemen dan penguatan dukungan fasilitas sarana dan prasarananya. Pengembangan tata kelola organisasi diatur mengikuti dokumen ISO baik yang telah diperoleh, yaitu ISO 9001: 2015 dan ISO 17025, maupun yang akan disusun seperti yang disyaratkan oleh Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP). Pengembangan kompetensi inti akan dilakukan melalui berbagai program dengan berbagai sumber pendanaan. Berdasarkan Renstra LIPI tahun 2010-2014 dan tahun 2015-2019 serta kebijakan yang diterapkan di kedeputian IPH LIPI terkait penggunaan anggaran, maka kebijakan pengalokasian anggaran selama ini diatur dengan pembagian yang proporsional pada berbagai program yang ada. Program riset dan pengembangan mengacu pada program atau rencana aksi yang telah disusun, dimana kegiatan dilakukan seiring dengan pengembangan kompetensi inti yang terbagi pada 17 laboratorium yang ada.

 

Sarana dan prasarana yang ada merupakan instrumen utama dalam upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga. Peralatan riset tertentu dan pabrik pengolahan susu dan pakan merupakan aset yang sangat penting dalam penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga. Sebagai contoh, alat yang digunakan untuk analisis kualitas susu, milko scan, merupakan alat yang sangat penting dalam pengembangan kapasitas lembaga untuk mendukung kualitas hasil riset dan untuk pelayanan jasa. Dari kerjasama Meat-Milk pro (2011-2017) telah terhimpun sejumlah peralatan yang sangat mendukung kegiatan riset dan pengembangan peternakan. Penguatan lembaga akan diarahkan pada tingkat pemanfaatan peralatan yang optimal.

Adanya upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas lembaga akan mendukung popularitas lembaga. Kondisi sebelumnya, tahun 2014-2016, undangan menjadi pembicara dan undangan menjadi pemakalah pada pertemuan ilmiah internasional belum pernah diterima. Untuk itu perlu peningkatan produktivitas karya tulis ilmiah di tingkat internasional, yang disampaikan baik sebagai makalah pada jurnal maupun pada seminar/konferensi, sebagai ajang pengenalan kompetensi peneliti di bidang peternakan.

 

Pengembangan Sumber Daya Manusia

 

Pengembangan SDM bidang peternakan sangat perlu dilakukan karena sampai saat ini jumlahnya masih terbatas dan belum proporsional. Dengan telah dibentuknya laboratorium-laboratorium yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang pakan/nutrisi, produksi dan pasca panen, maka penambahan jumlah peneliti harus mengikuti proporsi yang ideal. Rekrutmen yang dilakukan LIPI untuk peneliti telah melalui proses seleksi yang ketat. Kebutuhan pegawai sebagai kandidat peneliti telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, yaitu laboratorium yang berada di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Mengingat perkembangan iptek yang sangat pesat maka dituntut pengembangan SDM yang cepat pula. Selain itu, untuk mendukung kegiatan yang ada, diperlukan penambahan SDM perekayasa. Saat ini telah dilakukan kolaborasi dengan beberapa universitas seperti IPB, Unpad, Unram, untuk riset bersama di bidang peternakan, dan pembimbingan mahasiswa secara bersama. Kegiatan akan terus dilanjutkan untuk memperkuat klaster peternakan.

Diharapkan dengan adanya sinergi riset nasional dan internasional akan dapat mendorong peningkatan kompetensi peneliti bidang bioteknologi peternakan terkini. Melalui sinergi riset, dapat dirancang riset yang dapat dilakukan di dalam negeri dan di luar negeri. Untuk penguasaan metodologi yang baru dapat dilakukan melalui training.peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI bidang peternakan dengan jenjang S2 secara bertahap akan melanjutkan ke jenjang S3. Saat ini ada 2 orang kandidat S3 yang sedang melakukan riset di bidang peternakan.

 

Pengembangan Kapasitas Akses Informasi dan Jejaring Lembaga

 

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI berkomitmen mendukung kegiatan penelitian dengan selalu meningkatkan akses informasi. Akses informasi meliputi akses mendapatkan informasi dan memberikan informasi ke publik terkait hasil-hasil riset yang telah diperoleh. Hal tersebut membutuhkan adanya akses internet yang cepat. Jaringan internet di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI menginduk pada LIPI pusat yang secara berkala berlangganan jurnal online yang mendukung masing-masing bidang. Hasil riset yang telah dihasilkan harus disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan diseminasi dan website yang dikelola oleh bagian kerjasama. Bagian kerjasama selain bertanggung jawab terkait dengan akses informasi juga memfasilitasi kegiatan kerjasama dengan pihak swasta, perguruan tinggi, maupun lembaga lain baik dalam dan luar negeri.

 

Dalam rangka meningkatkan akses informasi dan jejaring lembaga maka sangat perlu untuk meningkatkan akses informasi dengan peningkatan kecepatan internet dan perbanyakan jumlah berlangganan jurnal. Hal tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas riset dan karya tulis yang dihasilkan oleh peneliti. Peningkatan kecepatan internet juga akan memberikan kemudahan bagi stakeholder untuk dapat mengakses informasi hasil riset yang telah dihasilkan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI.