Main Menu




Animal Husbandry Technology
Stok Semen Beku Inseminasi Sapi Aman untuk Dua Tahun ke Depan PDF Print E-mail
Written by hidayat mugia   
Tuesday, 23 December 2014 01:09

inseminasibuatanStok semen beku untuk inseminasi buatan sapi secara nasional mencapai 8,2 juta dosis. Stok itu mampu memenuhi kebutuhan nasional selama 2 tahun ke depan, bahkan mampu untuk menjadi komoditas ekspor.

“Kebutuhan nasional kita setiap tahun sebanyak 3,6 juta dosis. Karena itu, kebutuhan nasional kita untuk 2 tahun ke depan aman bahkan berpotensi untuk diekspor,” kata Maidaswar, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang, Jawa Timur, seperti ditulis pada Minggu (7/12/2014).

Last Updated on Tuesday, 23 December 2014 01:23
Read more...
 
WAGYU PDF Print E-mail
Written by hidayat mugia   
Tuesday, 14 October 2014 02:09

WagyuWagyu (和牛 Wagyū?, sapi Jepang) mengacu pada beberapa ras sapi. Satu ras di antaranya memiliki kecenderungan genetik berupa pemarmeran (marbling) tinggi dan memproduksi lemak tak jenuh berminyak dalam jumlah besar. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Daging jenis ini umumnya dijual mahal. Di beberapa daerah di Jepang, daging diberi nama sesuai wilayah produksinya, contohnya daging Kobe, Mishima, Matsusaka, Ōmi, dan Sanda.

Kecenderungan genetik ras Wagyu menghasilkan daging dengan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi dari pada daging sapi pada umumnya. Pemarmeran terus-menerus juga memperbaiki rasio lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh.

Last Updated on Tuesday, 14 October 2014 02:52
Read more...
 
Dilarang Buang Kotoran Sembarangan, Sapi di Eropa Terpaksa Pakai Popok! PDF Print E-mail
Written by hidayat mugia   
Monday, 13 October 2014 01:34

4johnhubersapipopokPemerintah Uni Eropa belum lama ini mengeluarkan sebuah peraturan bagi para peternak dan petani yang memiliki hewan peliharaan di pekarangan peternakan mereka. Uni Eropa melarang para petani tersebut untuk membiarkan hewan ternaknya membuang kotoran sembarangan di tanah lapang.

Dilansir dari Mirror, hal ini dikarenakan kotoran ternak dapat menambah kadar nitrat di dalam tanah yang dapat mengakibatkan kualitas tanah memburuk. Sejauh ini, Uni Eropa hanya mengizinkan pembuangan kotoran hewan sebagai pupuk di tanah lapang sebanyak 15% saja.

Mendapati aturan yang cukup merepotkan itu, seorang petani di daerah pegunungan Alps, Johann Huber pun akhirnya mencoba mencari cara lain agar kotoran hewan ternaknya tidak tercecer sembarangan. Salah satunya adalah dengan memakaikan popok ke sapi miliknya.

Last Updated on Monday, 13 October 2014 04:56
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 17